Bisnis Waralaba VS Bisnis Mandiri, Mana yang Terbaik?

Di zaman modern seperti sekarang ini, memiliki bisnis pribadi sebagai manusia semakin rumit di zaman modern ini, yang menjadi salah satu unsur yang suatu saat ingin memiliki bisnis pribadi. Tidak peduli pola gaya hidup masyarakat modern yang cenderung konsumtif dan tuntutan pekerjaan yang saya kembangkan membuat sebagian orang memilih bisnis sebagai pilihan.

Nyatanya, memulai bisnis sendiri tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selain niat dan keinginan yang kuat, modal lain seperti keuangan dan konsep bisnis seperti apa yang harus dilakukan juga perlu dimatangkan terlebih dahulu. Ada kalanya pemula yang ingin melakukan hal itu dan berhenti di tengah jalan.

Jika kita telusuri lebih jauh, ada pilihan lain untuk berbisnis. Seperti halnya bisnis franchise, bisnis ini kini sedang populer di kalangan masyarakat. Banyak fasilitas yang ditawarkan oleh franchisor sebagai pemegang merek di Bisnis Waralaba, seperti merek yang sudah dikenal, SOP yang mudah digunakan dan lainnya.

Baca ulasan menarik lainnya di Media Jakarta, silahkan bisa klik tautan tersebut.

Wiraswasta bahkan dimungkinkan. Asalkan Anda memiliki persiapan dan tujuan bisnis yang jelas. Dilihat dari risiko yang ada, sebuah bisnis mandiri rentan terhenti di tengah jalan jika tidak serius mengelola pengelolaan dan menjalankan bisnisnya.

Bisnis Franchise sama, tetapi risiko berhenti di tengah jalan masih lebih kecil dibandingkan bisnis standalone. Sebagai perbandingan, ada beberapa elemen yang terkadang terjadi dalam bisnis freelance dan franchise.

1. Bisnis Mandiri

Perbedaan paling mendasar antara bisnis mandiri dan bisnis waralaba adalah unit bisnis atau gerainya berada di wilayah yang berbeda. Dalam bisnis yang berdiri sendiri, wirausahawan adalah pemilik penuh dari unit bisnis atau outlet yang dimiliki jika memiliki cabang bisnis di satu tempat atau di tempat lain. Selain itu, dalam usaha mandiri, sebagai pemilik, kita perlu menyiapkan modal yang ada seperti penyediaan pembiayaan, infrastruktur pendukung untuk kelangsungan usaha.

2. Bisnis Waralaba

Bisnis franchise hampir sama dengan bisnis standalone. hanya ada beberapa perbedaan mendasar. Perbedaan paling mencolok terlihat pada kepemilikan outlet, regulasi bisnis, dan beberapa hal mendasar dalam Bisnis Waralaba.

Pengusaha Waralaba biasanya dimulai dari usaha biasa atau mungkin industri perumahan skala kecil atau menengah, yang mengalami perkembangan sangat pesat didukung oleh manajemen yang baik, kemudian berkembang menjadi Usaha Waralaba.

Sedangkan pihak yang mengoptimalkan dan menggagas bisnis waralaba disebut franchisor dan pelaku yang membeli bisnis duplikasi disebut franchisee.

Baca artikel lainnya di Jakarta Media, bisa Anda kunjungi dengan mengklik link tersebut.

Dalam penggunaannya, penerima waralaba dalam menjalankan usahanya berpedoman pada tata cara operasional yang telah ditetapkan dan ditentukan oleh pemberi waralaba. Selain itu, franchisor juga menyediakan sarana dan prasarana sebagai alat untuk berbisnis.