Perekonomian Indonesia

Perekonomian Indonesia

Perekonomian Indonesia

Multinasional corporen sebuah agresi pada wirausahawan

  • Perusahaan Multinasional

Sebuah perusahaan yang memiliki fasilitas dan aset lainnya di setidaknya satu negara selain negara asalnya. Perusahaan semacam itu memiliki kantor dan/atau pabrik di berbagai negara dan biasanya memiliki kantor pusat pusat di mana mereka mengoordinasikan manajemen global. Banyak perusahaan multinasional besar memiliki anggaran yang lebih besar daripada banyak negara kecil. Kadang-kadang disebut ‘perusahaan transnasional’.

  • Pengusaha

adalah orang yang terlibat dalam kegiatan bisnis yang ditandai dengan menjadi cerdas atau berbakat dalam menemukan produk baru, menentukan metode produksi baru, mengatur penjualan produk baru, pemasaran dan mengelola modal kerja.
Menurut saya, perusahaan multinasional tidak terlalu agresif bagi pengusaha karena perusahaan multinasional adalah perusahaan yang sangat besar dan sudah pasti pesaing yang harus menjadi antipasto adalah perusahaan yang sudah besar, perusahaan berkembang, perusahaan sejenis bahkan perusahaan yang menjual produk sejenis. produk sebagai bisnis mereka sendiri. Dan pengusaha itu sendiri hanya berharap agar perusahaan multinasional tidak mempersulit usahanya dan membuat orang beralih ke produk perusahaan multinasional.

 

Wajah perekonomian Indonesia antara kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk menjawab tantangan global

  • Kekuatan

Pemulihan ekonomi Indonesia setelah krisis ekonomi terbebaskan pada tahun 2007, perekonomian Indonesia dimulai. Kemajuan ini dapat dilihat pada kinerja makroekonomi Indonesia pada tahun 2007, seperti pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran dan cadangan devisa. Perbaikan kinerja ini terutama disebabkan oleh peningkatan ekspor yang disebabkan oleh kenaikan harga komoditas di pasar dunia dan peningkatan aliran modal spekulatif (Mari Pangestu, 2008). di luar siklus ekonomi.

  • Kelemahan

Korupsi melemahkan kekuatan ekonomi Indonesia
Korupsi merupakan kejahatan yang mempengaruhi stabilitas ekonomi suatu negara. Indonesia sendiri merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di Asia setelah Filipina. Pelaku korupsi di Indonesia merupakan aktor politik yang harus memperjuangkan kepentingan rakyat.

Abdullah mengatakan politisi Indonesia menunjukkan perilaku korup, yang mencegah Indonesia mencapai tujuannya saat ini. Karena para politikus ini hanya membidik partai politiknya saja, maka dari itu tujuan negara kita yang diatur dalam Pembukaan UUD 1945 menetapkan bahwa tujuan negara kita yaitu kemakmuran, kecerdasan, keamanan, perdamaian dan ketentraman semakin menjadi. lebih. lebih umum. jauh,” jelasnya.

Menyambut Pemilu 2014, kita juga harus sangat kritis dalam memilih aktor-aktor politik tersebut. “Hanya di Indonesia ada anggota DPR yang aktif ditangkap oleh BPK karena kasus korupsi, jadi tugas kita untuk benar-benar selektif dalam memilih, karena saat ini pihak-pihak yang dianggap bebas korupsi juga melakukan kejahatan. .yang merugikan “negara ini”.

  • Kesempatan

Indonesia perlu lebih fokus pada insentif fiskal. Jika area pertumbuhan ekspor menurun, kami akan fokus pada sumber pertumbuhan domestik dan mendorong realisasi investasi. Untuk itu diperlukan langkah-langkah pengendalian investasi dan ekspor serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.

 

Ancaman terhadap Tantangan Global

Bank Dunia secara khusus memprediksi pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik dan Asia Timur akan melambat dalam dua tahun ke depan. Tahun 2008 hanya 9,7 persen, tahun 2009 9,6 persen. Jumlah tersebut lebih lambat dari tahun 2007 sebesar 10 persen, dengan China meningkat paling cepat sebesar 11 persen.

Pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk mengamankan APBN 2008 dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dari krisis AS. Oleh karena itu, Indonesia mengambil langkah-langkah strategis dan cepat untuk mengatasi risiko yang ada di bagian ekonomi dunia ini, Anton Gunawan (2008) Siklus ekonomi Indonesia tahun 2008 memiliki empat masalah serius, yaitu:

Masalah pertama, adalah terjadinya tekanan inflasi yang lebih tinggi, disebabkan terbatasnya suplai, tingginya harga kebutuhan pokok dan harga energi, seperti gas, minyak dan energi lainnya. Hal ini dibuktikan kenaikan harga BBM yang tidak bersubsidi akan membawa dampak negatif terhadap kinerja sektor manufaktur yang tumbuh hanya 7% dibandingkan dengan pertumbuhan pada masa sebelum krisis ekonomi.

Masalah kedua, adalah turunnya produksi minyak dan ditambah dengan meningkatnya kebutuhan BBM bersubsidi. Kedua hal ini akan memperberat posisi fiscal pemerintah.

Masalah ketiga, adalah krisis listrik yang serius, yang sama halnya krisis listrik tahun 2007. Krisis ini terjadi akibat lambatnya pembangunan pembangkit listrik baru yang diperkirakan sebagian besar baru akan siap pada tahun 2010.

Kendala keempat, lemahnya nilai nominal mata uang, namun terjadi penguatan pada nilai rillnya seiring dengan membaiknya aktifitas ekonomi dan tingginya harga minyak di tahun depan.

Masalah dan kendala diatas akan berdampak kepada memburuknya posisi fiskal sebagai akibat daripada langkah yang diambil pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi dan harga listrik. Ini akan berkibat kepada naiknya inflasi dan Importing Inflation akibat kenaikan harga-harga komoditas di pasar dunia dan menuju kebijaksaan finansial yang ketat sehingga akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Dampak yang lebih besar terutama di sektor finansial seperti halnya tahun 2007 dimana terjadinya tight money policy, sehingga ekspor kita pada masa itu akan mengalami kendala.

Sumber Rangkuman Terlengkap : SarjanaEkonomi.Co.Id