Penerapan Akuntansi pada Laporan Keuangan Koperasi

Penerapan Akuntansi pada Laporan Keuangan Koperasi

 Laporan Perhitungan Hasil Usaha

Adalah laporan keuangan kolaboratif yang menunjukkan jumlah pendapatan operasional kolaboratif anggota dan non-anggota dengan membandingkannya dengan total biaya selama periode waktu tertentu. Laporan keuangan ini sesuai dengan laporan laba rugi perusahaan yang tidak bekerja sama.

  1. Pendapatan adalah sejumlah uang atau sejumlah uang yang setara yang dihasilkan koperasi dari hasil operasi bisnis atau urusan luar. Pendapatan dari operasi koperasi dengan unit usaha yang waspada, seperti penjualan barang dagangan, sedangkan pendapatan non-operasional, seperti.
  2. Biaya adalah jumlah yang dikeluarkan koperasi untuk membiayai operasinya.

Neraca

Adalah laporan keuangan tahunan yang menggambarkan posisi aset, kewajiban, dan modal kerja dalam periode akuntansi tertentu, biasanya satu tahun. Keseimbangan dapat disajikan dalam bentuk sejumlah poin atau dalam bentuk tongkat, tergantung pada kebiasaan pelapor. Namun secara umum, keseimbangan dibuat dalam bentuk skor, karena dapat mewakili dua periode berturut-turut untuk menentukan perkembangan masing-masing perusahaan (koperasi). Neraca berisi jumlah dan asal dana, serta alokasi dana untuk penyediaan informasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam laporan keuangan tahunan perusahaan (koperasi).

Ada tiga komponen penting dalam neraca koperasi, yaitu:

  1. Harta Kekayaan, adalah barang-barang yang memuat peruntukan dana yang dikuasai koperasi, meliputi harta lancar, harta tetap, investasi jangka pendek, dan investasi jangka panjang.
  2. Hutang adalah sekumpulan dana yang dikelola oleh koperasi yang berasal dari luar dan harus dilunasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Grup ini juga mencakup dana yang diterima dari anggota seperti:
  3. Saham/kekayaan bersih, adalah sejumlah uang atau sesuatu yang dapat dipersamakan dengan itu dan yang benar-benar milik koperasi. Modal dipromosikan dan diperoleh secara eksternal dari simpanan modal, simpanan wajib, cadangan, sumbangan dan penyertaan modal.

Laporan Arus Kas

Adalah laporan yang berisi informasi arus kas tentang perubahan kas, yang meliputi pembukaan kas, sumber penerimaan kas, penarikan kas dan penutupan saldo kas untuk suatu periode tertentu.
PSAK no. 2 menyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan laporan dan menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan tahunan untuk periode di mana laporan keuangan tahunan disajikan.
Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa perusahaan, termasuk koperasi, harus menyajikan laporan arus kas sebagai bagian integral dari laporan keuangan mereka.
Laporan arus kas harus menunjukkan arus pembayaran selama periode tertentu dan membaginya menurut kegiatan koperasi, investasi, dan pembiayaan.

Ada beberapa istilah kunci yang biasa digunakan untuk menyusun arus kas, termasuk:

  1. Kas, terdiri dari kas di tangan dan rekening giro.
  2. Setara kas adalah investasi yang sangat likuid, berjangka pendek dan cepat yang dapat dikonversikan menjadi sejumlah uang tunai tanpa risiko perubahan nilai yang signifikan.
  3. Arus kas adalah arus masuk dan keluar kas atau setara kas.
  4. Kegiatan operasi adalah kegiatan utama yang menghasilkan pendapatan perusahaan dan kegiatan lain yang bukan merupakan kegiatan investasi dan kegiatan pembiayaan.
  5. Aktivitas investasi adalah perolehan dan penjualan aset jangka panjang dan investasi lain yang tidak mengandung setara kas.
  6. Kegiatan Pembiayaan adalah kegiatan yang mengakibatkan perubahan jumlah dan komposisi modal dan pinjaman perusahaan.
  7. Sesuai dengan pernyataan PSAK no. 27, yang menunjukkan bahwa kegiatan koperasi berbeda dari bentuk usaha lainnya, tentu saja akan berdampak pada laporan arus kas koperasi tanpa mengubah jenis laporan arus kas. Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarPengetahuan.Co.Id