Tiap-tiap orang-tua kemungkinan berasa risau apabila mengalami bayi atau anak balitanya sakit. Apa lagi bayi tidak dapat mengatakan apa yang dirasakan saat dia sakit. Hingga dia umumnya akan memberi tandanya seperti rewel, muntah, lemas, tidak pingin menyusu, dll.

Sementara, buat anak balita, biarpun beberapa dari mereka telah dapat mengatakan apa yang dirasakan, tetapi kamu pun perlu mengenal pertanda, Mam. Karena, bila soal kesehatan umum tidak dikerjakan dengan lekas, bisa-bisa menyebabkan fatal.

Dokter ahli kandungan serta kebidanan, Dr. dr. Taufik Jamaan, SpOG dalam bukunya bertajuk ‘Amazing Mam dan Baby: Guide to Pregnancy serta Healthy Baby’ berikan keterangan mengenai 6 problem kesehatan umum yang dirasakan bayi dan anak balita. Berikut reviewnya.

menu mpasi 6 bulan

1. Demam

Temperatur badan bayi umumnya sekitar di antara 36,5-37,5 derajat celsius. Sesungguhnya, temperatur hangat sendiri dibutuhkan badan bayi buat memberantas kuman yang menimbulkan penyakit, lho, Mams. Apabila kamu memandang bayi kamu hangat, itu pertanda badannya sedang bereaksi untuk menentang penyakit atau infeksi.

Tetapi, kalau kamu berasa jika bayi kamu demam, coba cek temperatur badannya tiap-tiap 4 jam sekali. Untuk menghalang temperatur badannya lebih bertambah, kamu lantas bisa melaksanakan banyak hal berikut di bawah ini, antara lain:

  • Cobalah buat mengawasi tempat terus sejuk dan memanfaatkankan bayi baju yang tipis biar sang kecil terasa nyaman.
  • Berikan ASI amat sering buat menghindar dehidrasi pada bayi.
  • Kompres bayi beserta air hangat
  • Yang terutama, sajikan obat menurunkan panas bayi di dalam rumah. Akan tetapi, obat demam ini rata-rata cuman bisa dipakai kalau temperatur badan bayi sampai 38 derajat celsius.
    Kalau keadaan ini tidak berangsur lebih baik waktu tiga hari atau bayi perlihatkan tanda-tanda sakit yang serius, lekas kontak dokter agar dapat perbuatan selanjutnya.

2. Kejang demam

Situasi ini rata-rata dipacu demam tinggi atau demam yang tidak tinggi tapi ada peningkatan temperatur yang mendadak makin bertambah. Tanda-tandanya juga bisa disaksikan dari beberapa gerakan seperti hentakan di seluruhnya tangan serta kaki dengan cepat. Normalnya, ini berlangsung pada umur enam bulan – lima tahun.

Waktu kamu mengenal jika anak kejang demam, tidak boleh cemas, Mams. Umumnya ini terjadi waktu kira-kira 2 menit. kamu juga bisa taruh sang kecil di lokasi yang aman dengan sikap badan miring atau telungkup buat menghindar terselak dan longgarkan bajunya. Lantas, kasih obat menurunkan panas seusai anak sadar. Tapi, kalau situasi ini terjadi berulang-kali serta berangsur lebih dari 5 menit, kamu bisa lekas kontak dokter.

3. Batuk

Sewaktu bayi batuk, sebetulnya dia sedang bersihkan aliran pernafasannya dari benda asing atau iritan yang masuk. Batuk sendiri kerap dirasakan bayi dan anak balita gara-gara infeksi virus, bakteri, asma, radang paru-paru, atau alergi.

Saat anak kamu batuk, semestinya kasih cairan yang lumayan buat melegakan kerongkongan dan mempermudah lendir keluar. Membersihkan rumah dari debu, kotoran, atau penyebab batuk yang lain. Bila batuk yang dihadapi tak juga pulih lebih dari selama 1 minggu atau anak alami demam tanpa napas sesak, selekasnya membawa anak kamu ke dokter.

4. Flu

Kecuali batuk, ini yakni kasus kesehatan yang kerapkali dirasakan bayi dan anak balita. Sampai anak berumur dua tahun juga, rata-rata dia merasakan 8-10 kali flu dalam 1 tahun. Tanda-tanda ini kebanyakan disinyalir dengan bersin, batuk, demam, atau tanpa demam, hasrat makan jadi menurun, dan sakit waktu menelan.

Umumnya, flu bakal pulih sendiri tanpa ada penyembuhan manalagi antibiotik. Yang paling penting, bayi atau anak balita kamu cukup istirahat, banyak minum, serta kamu bisa menolongnya buat kurangi lendir dengan pipet hidung saat sebelum makan atau minum.

kamu juga bisa berikan obat kalau bayi berumur kurang dari enam bulan temperatur badannya sampai lebih dari pada 38 derajat Celcius. Dan buat bayi berumur 6-12 bulan kalau temperatur badannya gapai lebih dari 38,3 derajat Celcius.

5. Diare

Waktu anak diare, rata-rata dia akan bab (BAB) lebih cair dengan frekwensi sangat sering dari umumnya. Soal ini diikuti oleh muntah, demam, dan gairah makan menyusut. Diare yang terjadi sepanjang 2-7 hari tiada pendarahan kebanyakan disebabkan karena virus dan dapat pulih sendirinya.

Kebalikannya, kamu butuh hati-hati kalau bayi dan anak balita diare kehilangan cairan dan elektrolit dengan jumlah banyak. Untuk itu, kamu lantas bisa memberinya oralit sekitar 50-100 ml untuk anak berumur kurang dari dua tahun. Kalau anak gak senang oralit, beri kuah sayur bening atau sup. Bila bayi masih menyusui, seharusnya ASI selalu diberi dengan jumlah bisa lebih banyak.

Stop berikan makanan padat saat bayi muntah. Membawa selekasnya anak kamu ke dokter apabila diare tidak juga pulih serta diketemukan dua pertanda dehidrasi seperti mulut dan bibir kering, mata cengkung, bayi terlihat kurang kuat, rewel, serta selalu berasa haus, air kencing sedikit serta memiliki warna gelap.

6. Bayi Kerap Cegukan

Cegukan adalah situasi yang paling biasa kejadian pada bayi, dimulai dari bayi anyar lahir sampai bayi yang telah berumur satu tahun. Cegukan bisa berlangsung saat bayi makan kebanyakan atau begitu cepat, maka dari itu mengakibatkan kontraksi diafragma dan penutupan pita suara bayi yang terjadi cepat.

Diluar itu, bayi cegukan juga dapat terjadi gara-gara kebanyakan menelan udara dari botol susu dan pengubahan temperatur di perut. Cara mengatasi cegukan pada bayi sebenarnya mudah, jadi ibunda tidak perlu khawatir, ya.

7. Bayi Kerap Kentut

Satu perihal yang alamiah bila bayi kerap kentut. Karenanya bayi memanglah bisa buang gas sampai 13-20 kali satu hari. Ini lebih biasa kejadian pada bayi berumur 2-3 bulan. Buat menolongnya terasa semakin nyaman, ada cara-cara yang bisa Bunda serta Ayah laksanakan.

Kerap kentut sebagai pengaruh dari jumlahnya gas atau udara yang ketelan oleh bayi, misalkan saat menyusu, menghirup dot, atau saat menangis. Keadaan ini sesungguhnya normal serta tidak beresiko, tetapi dapat sebabkan bayi tidak nyaman lantaran kembung

By Welly