Sat. Jun 19th, 2021

Kamu dan lebih dari satu besar orang di beraneka penjuru dunia tentu setuju terkecuali kasur empuk adalah pilihan daerah tidur paling nyaman. Namun, pernyataan mirip bakal tidak bakal anda dapatkan saat menanyakannya kepada orang-orang Jepang. Bahkan, mayoritas masyarakat Jepang tidak mempunyai kasur di didalam rumah. Sebagai gantinya, mereka mempunyai kecenderungan lebih suka tidur di atas lantai, memanfaatkan futon—semacam kasur lipat yang disertai selimut.

Kebiasaan tidur di lantai ini sebetulnya dijalankan oleh nyaris lebih dari satu besar masyarakat Jepangatau orang yang kerja di Jepang, baik orang kaya ataupun orang biasa. Tidak hanya tidur, mereka juga mempunyai rutinitas untuk duduk di atas lantai. Oleh dikarenakan itu, saat singgah ke rumah milik orang Jepang, anda bakal tidak bakal mendapatkan perabot yang minim. Lalu, kenapa orang Jepang suka bersama dengan rutinitas tidur di lantai? Ada 5 alasan utama yang mampu anda dapatkan, yakni:
1. Budaya turun-temurun
Masyarakat Jepang populer sebagai spesial yang mencintai budaya warisan leluhur. Tidur di atas lantai, merupakan keliru satu warisan leluhur yang udah ada sejak abad ke-13. Apalagi, di masa lantas Jepang mempunyai kebijakan yang ketat pada kedatangan budaya dari negara-negara Eropa. Oleh dikarenakan itu, rutinitas tidur di atas lantai hingga selagi ini tetap disukai oleh orang-orang Jepang.

2. Nyaman
Orang Jepang tidak tidur secara langsung di atas lantai, melainkan memanfaatkan tatami–matras tradisional Jepang yang terbuat dari tenunan jerami. Saat ini, anda juga mampu mendapatkan tatami yang dibuat bersama dengan bahan dari styrofoam. Dengan desain layaknya itu, tatami memberi rasa hangat saat digunakan untuk tidur.

Sebagai tambahan, kenyamanan tidur di lantai juga didapatkan dikarenakan pemanfaatan futon. Futon terdiri dari dua bagian, yaitu matras yang disebut bersama dengan shikibuton dan juga selimut yang dikenal bersama dengan kakebuton. Sebagai tambahan, anda bakal menjumpai keberadaan bantal yang disebut makura. Futon tersebut mampu digunakan atau dilipat secara ringkas, hanya didalam hitungan menit.
Selain itu, orang Jepang juga mampu tidur bersama dengan nyaman dikarenakan lantai tatami yang terjaga bersih. Lantai tatami mampu terjaga bersih dikarenakan tidak boleh dilewati saat tengah mengenakan sepatu. Sebagai tambahan, rasa nyaman tidur di atas tatami juga mampu didapatkan dikarenakan tidak menimbulkan suara gaduh layaknya tidur di atas kasur. Tatami yang umumnya didesain bersama dengan ketebalan kurang lebih 5 cm, mampu berfaedah sebagai bahan peredam suara.

3. Ukuran rumah yang kecil
Alasan seterusnya kenapa masyarakat Jepang suka tidur di lantai adalah dikarenakan ukuran rumah yang terbatas. Berbeda bersama dengan rumah-rumah di Eropa atau Indonesia yang mayoritas berukuran besar, orang Jepang mempunyai rumah lumayan kecil. Oleh dikarenakan itu, mereka mengusahakan untuk meminimalkan pemanfaatan ruangan.

Dengan rutinitas tidur di lantai, orang Jepang mempunyai kamar bersama dengan ukuran yang terlihat lumayan luas. Selain itu, tidak terdapatnya kasur juga membawa dampak ruangan kamar mampu difungsikan untuk kepentingan lain, juga saat menjamu tamu. Kalaupun ada teman menginap, mereka juga tidak kerepotan. Cukup bersama dengan menggelar futon, ruangan yang terbatas mampu menampung para tamu.

4. Rawan gempa
Alasan paling akhir kenapa orang Jepang suka tidur di lantai adalah dikarenakan lokasi negara mereka rawan gempa. Minimnya pemanfaatan perabot rumah membawa dampak mereka relatif lebih aman saat terjadi gempa. Di samping itu, minimnya perabot juga membawa dampak orang Jepang tidak khawatir bersama dengan kerugian finansial saat terjadi gempa. Nah, itulah alasan yang membawa dampak kenapa orang Jepang suka tidur di lantai. Cukup menarik, kan? Apakah anda tertarik untuk ikuti model tidur serupa?