Sat. Jun 19th, 2021

Nama Asli Upin Ipin Terungkap, Siapa Sih? | urbanasia.com

Siapa yang tidak kenal dengan karakter anak laki-laki kembar berkepala botak yang cerdas dan lucu bernama Upin dan Ipin? Semua orang pasti mengenalnya terutama anak-anak.

Popularitas serial animasi asal Negeri Jiran Malaysia ini terus mengalami peningkatan, sejak tayang perdana pada 2007 yang lalu hingga saat ini.

Bahkan, yang menariknya saat musim ke-13 Upin & Ipin dirilis oleh TV9, serial anak ini berhasil menarik minat hingga 1,6 juta penonton.

Masuk ke Indonesia sejak tahun 2010, Upin & Ipin memiliki cerita panjang sebelum menjadi idola anak-anak.

Burhanuddin Radzi dan Ainon Ariff merupakan dua orang di balik terciptanya karakater Upin dan Ipin beserta Kampung Durian Runtuh. Pada saat itu, Burhanuddin yang awalnya berprofesi di sektor perminyakan, banting setir ke dunia kreatif.

Burhanuddin yang merupakan alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) ini semula bekerja di perusahaan minyak di Malaysia. Kurang lebih 10 tahun ia menjadi kontraktor. Lalu ia memutuskan berhenti dan secara tidak sengaja coba menggeluti industri kreatif.

“Saat itu sebenarnya ingin bikin film. Tapi sepertinya belum bisa. Lalu pada 2005 itu, pemerintah sedang push animasi. Untuk menyokong ekonomi. Saya masuk ke bidang itu. Nama Les’ Copaque sendiri diambil dari permainan kartu. Di Malaysia itu, kalau kita mau menang, ada istilah last kopek, tarikan terakhir, saat mau menang. Jadi saya bilang ke anak-anak. Ini saya berikan kesempatan. Dan harus menang. Kemudian kalau ingin global, namanya juga harus internasional, jadilah Les’ Copaque, ala bahasa Prancis, “ ujar Burhanuddin saat konferensi Pers menjelang pentas teater musikal Upin & Ipin Pin Pin Pom di Indonesia, Kamis (12/3).

Perlu diketahui bahwa perwujudan karakter Upin & Ipin yang berkepala botak tanpa rambut itu pun sebenarnya karena alasan keterbatasan teknis. Namun, karakter keduanya masih tetap dipertahankan hingga saat ini dan menjadi tokoh yang ikonik.

“Kenapa enggak ada rambut? Waktu itu kita memutuskan kasih botak aja karena lebih murah (bujetnya). Upin dan Ipin. Awalnya U dan I terus kita cari-cari yang pas, dari ‘pan pin pun’, jadilah nama Upin, Ipin,” lanjut Burhanuddin.

Selain itu, karakter yang menceritakan bahwa Upin dan Ipin tidak memiliki ayah dan ibu dan diasuh oleh nenek serta kakaknya, adalah disebabkan keterbatasan waktu pengerjaan pada saat itu.

Sementara itu, karakter-karakter lain yang ada dalam cerita Upin dan Ipin juga memiliki representasi untuk mengajarkan kebaikan pada anak-anak. Misalnya karakter Opah yang selalu memberi nasihat. Upin & Ipin yang selalu memberikan contoh perbuatan baik, dan Mail yang selalu berjualan yang dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini pada anak-anak.

Pada serial awal yang ditayangkan pada 2007, ada enam episode yang bermula dari cerita Ainon Ariff. Tentang Upin dan Ipin yang belajar puasa. Lalu, berkembang menjadi 12 episode.

“Kalau di di cerita kan Upin dan Ipin tidak punya bapak dan ibu. Ini sebenarnya awalnya ketika kami membuat enam episode untuk edisi tayangan puasa saat itu. Kemudian di episode terakhir, dua minggu lagi lebaran. Ini sudah mau lebaran, belum muncul orangtua mereka. Sementara untuk bikin satu karakter bisa dua mingguan. Jadi waktu saya sembari tulis cerita di komputer akhirnya dibuat cerita pada pagi hari lebaran, Upin Ipin terbaru, bersama dengan Opa, dan Kak Rose pergi ke pusara,” kata pengisi suara Atok Dalang itu.

By sartika