Sat. Jun 19th, 2021

Info duka hadir dari Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau bisa lebih diketahui BJ Habibie. Dia mengembuskan napas terakhir kalinya di umur 83 tahun. Habibie ditetapkan meninggal di Rabu (10/9), di RSPAD Gatot Subroto, waktu 18.05 WIB, seusai menjalankan perawatan secara mendalam sejak mulai Senin (2/9).

Satu diantara angan-angan paling akhir Habibie yang nyaris terjadi yaitu pesawat R80. Menurut data, pesawat itu idenya bakal lekas mengudara di tahun 2022 serta akan memulai dibuat secara massal di tahun 2025 akan datang. Ternyata, Habibie pernah juga menjelaskan kalau dia tidak akan mati sebelumnya hasil rancanagannya ini mengudara.

Berikut 5 fakta pesawat R80.

1. Mendapat Dukungan Dari Masyarakat dan Pemerintah

Buat bikin pesawat itu, Habibie memohon pertolongan untuk pemerintahan. Setelah itu, angan-angannya itu selanjutnya masuk di PSN sesuai sama terbitnya Ketetapan Presiden (Pespres) Nomor 58 Tahun 2017 terkait Project Taktis Nasional. Gak cuma itu, Habibie pun memohon support dari penduduk dengan membuat instansi patungan (join venture) buat mendanai pesawat R80, lewat kitabisa.com.

Sampai saat ini, bantuan yang terkumpul sampai Rp9,2 miliar.

2. Mulai Dilirik Sejumlah Perusahaan

Proses pelaksanaan pesawat R80 sendiri diprediksikan bakal butuh lebih kurang beberapa ribu engineer. Walaupun masihlah dalam babak perancangan, R80 perancangan Habibie itu ternyata sudahlah banyak digemari oleh sejumlah perusahaan penerbangan sejak mulai tahun 2016. Tak main-main, di tahun 2016 udah tertera sejumlah 155 unit pesawat yang udah antre buat diminta.

3. Punya technologi mutakhir

Pesawat R80 ditambahkan dengan struktur kekangan fly by wire yang memanfaatkan tanda electronic dalam berikan perintah. Gak cuma itu, pesawat itu pun punya bentuk kokpit yang kekinian, yang menanggung keamanan serta keamanan penumpang waktu mengudara. Diluar itu, pesawat yang punya panjang 32,3 mtr. dengan lebar sayap 30,5 mtr. dan tinggi 8,5 mtr. ini didesain dapat melejit sampai 330 knots atau lebih kurang 611 km per-jam.

4. Lebih hemat bahan bakar

Selaku pesawat bermesin baling-baling atau mesin turboprop, bahan bakar yang dipakai oleh pesawat R80 nyatanya semakin hemat 20 prosen ketimbang pesawat bermesin jet. Perihal ini divalidasi langsung oleh Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), Ilham Habibie. Dia berkata, R80 dapat menjadi peawat yang paling memberi keuntungan buat perusahaan, ingat pertarungan dalam industri pesawat terbang begitu ketat.

5. Dapat terbang jarak pendek

Tidak hanya hemat bahan bakar, pesawat R80 kedepannya dapat juga menyimpan sejumlah 80 sampai 90 penumpang. Gak cuma itu, keuntungan dari R80 yang lain yaitu terbang di asas pecut yang punya jarak pendek. Maka, pesawat itu dapat dipakai di lokasi yang punya lapangan terbang kecil.

“Diluar itu terbang landas di asas pendek, ada kelebihan di kota kecil menengah. Ini buat trayek yang tidaklah terlalu jauh,” kata Ilham Habibie.

Tersebut barisan kenyataan tentang pesawat R80. Mudah-mudahan mimpi Habibie itu bisa lekas terjadi.[]

 

By smebro