Wed. Nov 25th, 2020

Manfaat Dan Risiko Pil Diet Untuk Menurunkan Berat Badan
Berolahraga dan mengatur pola makan adalah kunci utama dalam melakukan penurunan berat badan. Namun, jika keduanya tidak berhasil, mungkin Anda memerlukan penggunaan Obat Diet Pelangsing, atau dikenal dengan nama pil {diet|food regimen|food plan}. Penggunaan pil {diet|food regimen|food plan} tidak dianjurkan untuk semua orang, terdapat kondisi fisik tertentu yang menyebabkan seseorang dibolehkan mengonsumsi pil {diet|food regimen|food plan}. Hal ini disebabkan adanya perbedaan cara kerja obat dan efek samping dari penggunaan pil {diet|food regimen|food plan}.

Siapa yang boleh minum pil {diet|food regimen|food plan}?
Penggunaan pil {diet|food regimen|food plan} perlu berada di bawah pengawasan dokter karena harus mengikuti durasi penggunaan dan adanya perubahan dosis obat. Seperti metode penurunan berat badan lainnya, penggunaan pil {diet|food regimen|food plan} perlu dilakukan secara konsisten, bahkan memerlukan waktu yang lama yang untuk menimbulkan efek. Dosis konsumsi obat juga dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu dan bergantung pada reaksi tubuh dan perubahan pola makan pasien.

Sama seperti obat lainnya, pil {diet|food regimen|food plan} juga memiliki efek samping dan dapat menimbulkan reaksi alergi obat. Efek dari penggunaan pil {diet|food regimen|food plan} mungkin juga tidak sesuai dengan terapi pengobatan penyakit kronis tertentu. Beberapa jenis pil {diet|food regimen|food plan} dapat menimbulkan efek yang buruk pada seorang perempuan yang sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan.

Berikut penjelasan dari beberapa obat beserta cara kerja dan efek samping dari pil {diet|food regimen|food plan} tersebut:

1. Suprenza atau Adipex-P (phentermine)
Berguna dalam menekan nafsu makan. Efek samping yang ditimbulkan antara lain meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, insomnia, dan kesulitan untuk beristirahat. Efek samping lebih mungkin terjadi saat penggunaan jangka panjang yang sering disertai dengan ketergantungan. Penggunaan aman dalam jangka pendek atau hanya dalam beberapa minggu saja. Pengaturan dosis diperlukan pada seseorang yang sedang menjalani terapi insulin. Selain itu, hindari penggunaan jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung.

2. Belviq (lorcaserin)
Bekerja dengan menurunkan nafsu makan seseorang. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain sakit kepala, pusing, mual, kelelahan, mulut kering, dan sembelit. Pada penderita diabetes dapat menimbulkan penurunan kadar gula darah, batuk dan nyeri pinggang. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat depresi karena dapat menyebabkan demam dan kebingungan.

{3|three}. Qsymia (phentermine & topiramate)
Merupakan obat kombinasi yang menekan nafsu makan. Efek utamanya adalah mencegah binge {eating|consuming} dan sindrom makan tengah malam. Hindari pemakaian obat ini saat sedang hamil karena dapat meracuni janin. Beberapa efek samping yang lebih ringan di antaranya pusing, perubahan rasa pada lidah, mulut kering, insomnia, dan sembelit.

{4|four}. Desoxyn (methamphetamine)
Bekerja sebagai penekan nafsu makan, penggunaannya sangat berisiko ketergantungan dan hanya boleh dikonsumsi dalam durasi yang sangat pendek. Obat ini hanya digunakan apabila obat penekan nafsu makan seperti phentermine tidak efektif terhadap pasien. Efek samping diantaranya peningkatan tekanan darah dan detak jantung serta insomnia dan kelelahan. Di samping Desoxyn, terdapat obat lainnya seperti Bontril (phendimetrazine), Diethylpropion, dan Didrex (benzphetamine) yang berfungsi sebagai penekan nafsu makan dan memiliki efek ketergantungan yang kuat.

5. Alli atau Xenical (orlistat)

Jika sudah minum pil {diet|food regimen|food plan}, apakah masih perlu olahraga dan menjaga pola makan?
Olahraga dan menjaga pola makan tetap perlu dilakukan karena pil {diet|food regimen|food plan} hanya bersifat sebagai pelengkap untuk membantu menurunkan berat badan. Selain itu, efek dari penggunaan pil {diet|food regimen|food plan} tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan menerapkan pola hidup sehat. Berat badan juga dapat kembali meningkat setelah mengalami penurunan meskipun Anda tetap mengonsumsi pil {diet|food regimen|food plan}.

 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, {diagnosis|analysis|prognosis}, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih {detail|element}.